Laman

Senin, 15 Agustus 2011

Saya cinta Indonesia


Pernahkah anda merasakan bulu kuduk anda merinding ketika menyanyikan lagu? Lagu apa yang bisa membuat anda merinding? Mungkin jawaban kalian semua akan beragam. Jawaban saya cuma 1, Indonesia Raya.
Yah, Indonesia Raya. Hanya lagu itu yang mampu membuat saya merinding. Apalagi ketika lagu tersebut dinyanyikan di Stadion Gelora Bung Karno ketika tim nasional Indonesia berlaga. Begitu pula halnya ketika SMA saya selalu merinding tiap menyanyikan lagu ini saat upacara peringatan 17 Agustus. Saya selalu berpendapat bahwa ketika kita menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hati kita bergetar atau badan merinding, di saat itulah kita mencintai Indonesia, sadar atau tidak sadar.
Lalu apakah hanya saat itu kita mencintai Indonesia? Tidak. Anda mungkin pernah mendengar lagu dari grup band Padi yang penggalan liriknya seperti ini, "... cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan hanya diam." Ya, cinta Indonesia bukan berarti kita hanya diam dan hanya berkata, "Saya cinta Indonesia" atau memakai atribut-atribut berbau Indonesia lalu sudah cukup. Cinta Indonesia yang baik, seperti halnya cinta kepada lawan jenis kita, adalah cinta yang membawa perubahan. Perubahan tentu menjadi lebih baik. Kalau perubahan makin buruk itu bukan perubahan, itu kemunduran.
Sering kita terjebak pada pemikiran, "Apa yah yang bisa gw lakukan untuk Indonesia?" dan kita berpikir hal-hal yang sifatnya terlalu utopis atau terlalu muluk (meskipun mungkin bisa diwujudkan) tapi kurang menyentuh hal-hal yang sifatnya rutinitas. Kita lebih sering berpikir hal-hal yang sifatnya makro tanpa memikirkan hal-hal yang mikro. Padahal, seperti kata pepatah, "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit." Matthew Bellamy, vokalis Muse, pernah berkata bahwa Muse ingin membawa perubahan, tapi perubahan itu diawali dengan 'meracuni' satu orang fansnya untuk kemudian memberi dampak pada orang lain. Dengan kata lain perubahan itu diawali dari satu orang (diri kita sendiri) dengan merubah cara pandang dan sikap lalu berdampak pada orang lain.
Nah, hal mikro apa sih yang bisa kita lakukan untuk Indonesia? Simpel saja. Anda tentu ingat kan pelajaran PPKn atau sekarang namanya berubah jadi Pendidikan Kewarganegaraan? Nah, kita diajarkan untuk bertenggang rasa, taat aturan, bersikap cinta tanah air, dan Pancasila bukan? Nah, hal yang kecil itu adalah kita mengamalkan ilmu tersebut ke kehidupan nyata. Tidak perlu lah kita berpikir untuk revolusi, demonstrasi, dan semacamnya. Cukup untuk kita tidak menjadi sama dengan mereka-mereka yang menghancurkan bangsa ini dan kita berbuat sesuatu yang sifatnya pribadi namun berdampak. Contoh gampang, buang sampah pada tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempatnya kita bisa paling tidak menyelamatkan lingkungan. Bukankah menyelamatkan lingkungan juga salah satu wujud cinta tanah air?
Nah, jadi kita tidak perlu lah berpikir kita ingin merubah Indonesia dengan hal-hal yang muluk-muluk. Lakukan hal-hal yang kecil namun berarti. Itu lebih berguna ketimbang kita hanya berpikir hal-hal yang hebat tapi tidak pernah melakukannya.

(NB: Tulisan ini juga menampar saya. Hehehe..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar