Laman

Jumat, 28 Oktober 2011

The Power of Youth (tulisan ini juga dimuat di www.pmkfisipunpad.blogspot.com)


THE POWER OF YOUTH

            “Beri aku seribu orang tua, maka akan kugoncang Semeru. Beri aku satu orang muda, maka akan kugoncang dunia.” Sebuah kalimat (yang isinya kurang lebih seperti itu) favorit saya yang dikeluarkan oleh founding father negeri ini, Alm. Ir. Soekarno. Sebegitu hebatkah dampak dari seorang muda dibanding dengan seribu orang tua yang tentu katanya lebih berpengalaman dan bijak?
            Mari kita tengok sebentar sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Ketika Jepang menyerah pada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, Sutan Sjahrir, Chaerul Saleh, dan kawan-kawan yang mendengar kabar tersebut melalui siaran radio BBC lalu mendesak golongan tua untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Usul tersebut ditentang golongan tua yang tidak ingin adanya pertumpahan darah dan menunggu hasil rapat dengan PPKI (hasil bentukan Jepang). Golongan muda yang tidak setuju dengan golongan tua akhirnya menculik Soekarno dan Mohammad Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Singkat cerita, para pemuda mendesak kedua founding fathers negeri ini untuk segera memproklamirkan kemerdekaan sebelum momentum menyerahnya Jepang lewat. Kita tentu tahu hasil akhirnya seperti apa.
            Dari sepenggal kisah tersebut bisa kita petik pelajaran bahwa pemuda bisa menjadi pengubah sejarah dan bahkan penentu kondisi suatu negara dalam rentang periode tertentu. Seorang muda dengan semangat menggebunya (yang konon memang ciri khas seorang pemuda/i) selalu mempunyai hasrat dan idealisme tertentu ketika melihat suatu keadaan yang menurut idealismenya salah. Belum hilang dari ingatan ketika di tahun 1998 di mana rezim Presiden Soeharto runtuh oleh himpunan kekuatan kakak-kakak kita mahasiswa angkatan 1998. Terbukti bahwa pemuda/i mempunyai kekuatan untuk mengubah tatanan sejarah. Dampak positif dari semangat menggebu seorang pemuda juga bisa kita lihat pada perjalanan hidup Steve Jobs dan Bill Gates yang mampu menyumbangkan hasil jerih payahnya untuk kemajuan dunia lewat perusahaan mereka yaitu Apple Inc. dan Microsoft di usia yang masih relatif muda. 
            Hebat bukan pengaruh seorang muda? Yang dijabarkan di atas adalah pengaruh positif dari seorang muda. Untuk setiap pengaruh positif tentu ada pengaruh negatif/buruk. Untuk pengaruh buruk kita tidak perlu jauh-jauh mencari. Tentu kita semua tahu mengenai kasus M. Nazaruddin. Dia sudah memulai karier sebagai politisi di usia muda yang sayangnya juga diikuti dengan karier sebagai koruptor. Usia 33 tahun tentu tidak bisa dibilang tua karena merujuk pada pepatah, “Life Begins at 40”, maka secara umum usia 17 tahun sampai 39 tahun masih layak disebut pemuda/i. Banyak juga contoh kasus pengaruh buruk dari orang-orang muda seperti penyalahgunaan Narkoba dan free-sex. Untuk mahasiswa yang tinggal di sekitar Bandung tentu familiar dengan geng teror motor yang tentu isinya pemuda-pemuda. Contoh-contoh ini adalah sebuah perimbangan bahwa “The Power of Youth” tidak hanya selalu positif tapi juga bisa negatif.
            Seperti sekeping koin logam yang punya dua sisi, seperti itu pula pengaruh pemuda/i. Ada sisi positif dan ada pula sisi negatifnya. Satu lagi kekurangan dari seorang muda yaitu ingin serba cepat sehingga apapun yang dilakukannya terkesan terburu-buru dan tanpa pertimbangan yang matang. Ini dibuktikan dengan ucapan seorang Sir Alex Ferguson yang pernah berkata, “Pemain-pemain muda ini sangat mempunyai hasrat yang menggebu namun seringkali ceroboh sehingga di situlah pemain-pemain senior berperan untuk mematangkan mereka.” Seperti kata Sir Alex tadi, kita, pemuda/i tetap butuh bimbingan senior atau orang yang lebih tua untuk memberi kita pandangan mereka dan masukan-masukan sebagai bahan pertimbangan karena tidak bisa dipungkiri pengalaman mereka itu sangat berharga. Experience is the best teacher kalau merujuk pada pepatah. Maka, kita sebagai seorang pemuda/i harus dengan sadar dan penuh kemauan untuk diajar. Seberapa hebat seseorang tetap dia harus sadar bahwa dia tidak lebih hebat dari sang Pencipta. Bahkan dengan rahmat dan hikmat Tuhan, kita bisa lebih berprestasi dan bisa lebih bijak. 
            Pada akhirnya kita mempunyai pilihan masing-masing untuk menjadi seorang pemuda/i yang punya pengaruh positif atau juga negatif. Jadilah seorang pemuda/i yang mau diajar oleh siapapun dan tentu saja Tuhan. Siapapun orang itu, meskipun dia adalah orang gagal dalam hidup, kita tetap bisa mangambil pelajaran hidup dari orang tersebut. Belajarlah satu sama lain. Semoga kekuatan pemuda/i Indonesia dapat membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Senin, 15 Agustus 2011

Saya cinta Indonesia


Pernahkah anda merasakan bulu kuduk anda merinding ketika menyanyikan lagu? Lagu apa yang bisa membuat anda merinding? Mungkin jawaban kalian semua akan beragam. Jawaban saya cuma 1, Indonesia Raya.
Yah, Indonesia Raya. Hanya lagu itu yang mampu membuat saya merinding. Apalagi ketika lagu tersebut dinyanyikan di Stadion Gelora Bung Karno ketika tim nasional Indonesia berlaga. Begitu pula halnya ketika SMA saya selalu merinding tiap menyanyikan lagu ini saat upacara peringatan 17 Agustus. Saya selalu berpendapat bahwa ketika kita menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hati kita bergetar atau badan merinding, di saat itulah kita mencintai Indonesia, sadar atau tidak sadar.
Lalu apakah hanya saat itu kita mencintai Indonesia? Tidak. Anda mungkin pernah mendengar lagu dari grup band Padi yang penggalan liriknya seperti ini, "... cinta bukan hanya sekedar kata. Cinta bukan hanya diam." Ya, cinta Indonesia bukan berarti kita hanya diam dan hanya berkata, "Saya cinta Indonesia" atau memakai atribut-atribut berbau Indonesia lalu sudah cukup. Cinta Indonesia yang baik, seperti halnya cinta kepada lawan jenis kita, adalah cinta yang membawa perubahan. Perubahan tentu menjadi lebih baik. Kalau perubahan makin buruk itu bukan perubahan, itu kemunduran.
Sering kita terjebak pada pemikiran, "Apa yah yang bisa gw lakukan untuk Indonesia?" dan kita berpikir hal-hal yang sifatnya terlalu utopis atau terlalu muluk (meskipun mungkin bisa diwujudkan) tapi kurang menyentuh hal-hal yang sifatnya rutinitas. Kita lebih sering berpikir hal-hal yang sifatnya makro tanpa memikirkan hal-hal yang mikro. Padahal, seperti kata pepatah, "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit." Matthew Bellamy, vokalis Muse, pernah berkata bahwa Muse ingin membawa perubahan, tapi perubahan itu diawali dengan 'meracuni' satu orang fansnya untuk kemudian memberi dampak pada orang lain. Dengan kata lain perubahan itu diawali dari satu orang (diri kita sendiri) dengan merubah cara pandang dan sikap lalu berdampak pada orang lain.
Nah, hal mikro apa sih yang bisa kita lakukan untuk Indonesia? Simpel saja. Anda tentu ingat kan pelajaran PPKn atau sekarang namanya berubah jadi Pendidikan Kewarganegaraan? Nah, kita diajarkan untuk bertenggang rasa, taat aturan, bersikap cinta tanah air, dan Pancasila bukan? Nah, hal yang kecil itu adalah kita mengamalkan ilmu tersebut ke kehidupan nyata. Tidak perlu lah kita berpikir untuk revolusi, demonstrasi, dan semacamnya. Cukup untuk kita tidak menjadi sama dengan mereka-mereka yang menghancurkan bangsa ini dan kita berbuat sesuatu yang sifatnya pribadi namun berdampak. Contoh gampang, buang sampah pada tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempatnya kita bisa paling tidak menyelamatkan lingkungan. Bukankah menyelamatkan lingkungan juga salah satu wujud cinta tanah air?
Nah, jadi kita tidak perlu lah berpikir kita ingin merubah Indonesia dengan hal-hal yang muluk-muluk. Lakukan hal-hal yang kecil namun berarti. Itu lebih berguna ketimbang kita hanya berpikir hal-hal yang hebat tapi tidak pernah melakukannya.

(NB: Tulisan ini juga menampar saya. Hehehe..)

Rabu, 16 Maret 2011

Cracking someone is (not) funny

"Duh, maaf yah BBM gw dibajak tadi."

Tidur siang saya yang lagi nyenyak-nyenyaknya pun terganggu oleh sebuah bunyi. Saya tahu persis bunyi itu adalah bunyi dari BlackBerry Messenger sebuah fasilitas chatting eksklusif bagi pengguna BlackBerry. Secara malas-malasan akhirnya saya baca pesan tersebut. Ternyata sebuah Broadcast Message (Sebuah pesan yang bisa dikirim ke semua kontak) dari seorang teman. Dan bisa ditebak isi pesannya yah, tadi itu di atas. Memang sekitar setengah jam sebelumnya ada Broadcast Message dari orang tersebut yang isinya amat sangat tidak pantas untuk di-share di sini. Hal tersebut tentu mengesalkan kan kalau terjadi pada anda? Sebuah pesan tidak penting. Tidak hanya BBM yang sering dibajak orang, bahkan media jejaring sosial yang lain pun jadi korban seperti Akun Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, dll. Saya jamin 100% anda kesal dengan orang yang membajak akun anda.

Pembajak di dunia maya lazim disebut hacker. Dalam arti Bahasa Indonesia adalah peretas. Saya juga kurang tahu kenapa artinya jadi peretas (maklum bukan anak sastra. Hehehe.. -red). Pembajak akun orang lain menurut saya bisa diklasifikasikan sebagai hacker. Berikut adalah sejarah dari istilah 'Hacker' yang saya cari dari Mbah Google:

Pada Umumnya masyarakat mengenal istilah hacker ini banyak tersalah gunakan atau rancu dengan istilah Cracker. Khususnya ketika pembahasan mengarah kepada kejahatan. Dimana istilah untuk penjahat yang mereka maksud sebenarnya adalah Cracker. Karakter hacker itu sendiri dibagi menjadi dua, mereka ini lebih condong mengarah kepada sifat cracker. Kedua karakter tersebut adalah: Dark-side Hacker dan Malicious Hacker. Hacker lebih mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimanameningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untuk memiliki kemampuan penguasaan sistem yang diatas rata-rata kebanyakan pengguna. Jadi, hacker sebenarnya memiliki konotasi yang netral.

Tahapan yang dilalui oleh mereka yang menjadi hacker. Sebenarnya sulit untuk mengatakan tingkatan akhir atau final dari hacker telah tercapai, karena selalu saja ada sesuatu yang baru untuk dipelajari atau ditemukan (mengumpulkan informasi dan mempelajarinya dengan cermat merupakan dasar-dasar yang sama bagi seoranghacker) dan hal tersebut juga tergantung perasaan (feeling). Meskipun demikian, menjadi seorang hacker memang lebih menjurus pada hal pemikiran.

Sejarah Hacker
Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan ArtifisialMassachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.

Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker berubah menjadi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee AS. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi hacker.

Para hacker mengadakan pertemuan setiap setahun sekali yaitu diadakan setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan hacker terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas hacking.

Hacker memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa hackerlah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus dsb. Padahal, mereka adalah cracker. Crackerlah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para hacker dipahami dibagi menjadi 2 golongan White Hat Hackers, yaknihacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black HatHackers. (Sumber: Wikipedia)

Berdasarkan penjelasan Wikipedia di atas terdapat pergeseran makna positif 'Hacker' menjadi negatif. Istilah yang pada awalnya berarti positif sebagai penghargaan atas kecerdasan pada bidang komputer, namun pada akhirnya disalahgunakan. Mirip dengan analogi pencopet yang sering disampaikan guru sekolah Minggu saya waktu kecil,"Mereka itu cerdas, tapi sayang kecerdasannya digunakan untuk hal yang tidak baik." Di atas juga muncul istilah 'Cracker'. Menariknya adalah, cracker ini lah yang akhirnya merusak arti hacker yang positif. Masyarakat sering mengartikan hacker itu adalah pembajak dan perilaku yang buruk. Sebenernya itu kerjaan para cracker. Semoga cukup mencerahkan sejauh ini.

Oke, kembali kepada topik di awal "Pembajakan Akun Jejaring Sosial". Pernahkah anda mengalaminya? Semoga tidak karena hal tersebut merugikan anda dan pasti mengesalkan anda. Sudah berkali-kali saya kesal karena ada BM hasil bajakan yang tidak penting yang isinya sangat tidak etis. Bukan itu saja, teman kosan saya sampai harus membuat akun FB baru karena akunnya di-hack orang tak bertanggungjawab. Sudah banyak beredar pemberitahuan cara-cara meng-hack akun orang lain. Coba saja cari di Google kalau tidak percaya. Sekali lagi, itu bukan tindakan seorang HACKER tapi CRACKER. Mereka yang termasuk jenis kedua adalah mereka yang mendapatkan kepuasan dari hasil kebingungan orang dan pencemaran nama baik seseorang. Mungkin buat orang golongan ini, amat sangat lucu ketika melihat atau membaca hasil 'kejahatan' sendiri tanpa peduli akibat pada yang bersangkutan. Yah, seperti contoh di awal tulisan ini, BM dari seorang teman yang isinya tentang pendidikan seks tapi ga bener (Penasaran? -red).

Biasanya yang membajak itu adalah orang yang tahu e-mail dan password untuk akun anda. Jangan sampai password akun jejaring sosial anda diketahui orang yang tidak bertanggungjawab. Apalagi, kalau orang tersebut tahu password dari akun e-mail anda. Ini lebih berbahaya karena untuk jejaring sosial biasanya dibutuhkan verifikasi dari e-mail anda. Saya jamin anda akan malu luar biasa. Tidak salah sebenarnya ada orang yang tahu e-mail dan password anda (Seperti penulis yang tahu milik adik penulis dan orang terdekat penulis serta beberapa teman). Hanya tolong jangan sampai anda salahgunakan kepercayaan teman anda itu. Saran saya untuk anda yang suka berbagi password atau pin BB atau suka meminjamkan Hp pada seorang teman:

  1. Kalau teman anda ingin meminjam komputer/laptop, Hp, dsb. untuk membuka akun jejaring sosialnya, pastikan anda sudah sign out atau log out akun anda. (Untuk BlackBerry Messenger tidak dimungkinkan).
  2. Bagi pengguna BlackBerry untuk fasilitas BBM, awasi teman anda ketika dia meminjam BB anda jangan sampai dia membuka BBM anda. Disarankan memakai aplikasi tertentu untuk mengunci BBM anda (Saya lupa aplikasinya apa. Tapi ada koq. -red).
  3. Jika membagi password dan e-mail ke teman anda, pastikan dia orang yang bisa dipercaya dan jelas tujuannya memakai akun anda.
  4. Jika anda dipercaya, maka jangan salah gunakan. Kepercayaan itu mahal harganya saudara. Hehehe..

Semoga saran saya berguna untuk anda dan semoga tulisan ini juga berguna buat anda. Mari saling berbagi pengalaman dan tidak menjatuhkan orang lain dengan membajak akunnya. Mungkin tujuan anda ingin membalas dendam, itu tidak baik. Masih ada cara yang lebih elegan ketimbang membajak. Lagipula balas dendam itu tidak baik. Mahatma Gandhi pernah berkata, "An eye for an eye will only make the world blinds." Ya, dendam dibalas dendam tak akan pernah berakhir. Mungkin tujuan anda membajak ingin tertawa karena lucu melihat teman anda berhasil dikerjai? Percayalah, HAL TERSEBUT TIDAK LUCU. Bahkan acara-acara televisi macam MTV Punk'd saja tidak menggunakan akun jejaring sosial seseorang lalu dibajak untuk mengerjai si korban. Tidak ada sesuatu yang lucu dengan menjatuhkan seseorang di depan orang banyak.

SEMOGA BERGUNA