Tempus Fugit
Time flies..
Time does flies fast since my last post. Banyak hal yang terjadi dalam hidup dari terakhir ngepost di sini, Februari 2014. Setidaknya target untuk 2014 berhasil tercapai dengan baik. Lulus dan wisuda. Oke, seharusnya maksimal 2012 udah menyandang gelar sarjana. Apa daya, banyak hal personal yang menghalangi. Well, roll on to 2015.
Seperti biasa, 2015 dimulai dengan bertambahnya umur. Itu salah satu keuntungan lahir di minggu pertama tahun baru. Kalau bikin resolusi selama setahun ke depan bisa berbarengan dengan target yang mau dicapai di umur baru. Hehehe..
Tepat sebelum masuk tahun baru, ada beberapa kekecewaan yang harus dirasa. Sepertinya Desember hampir selalu jadi bulan yang buruk (semoga tahun ini tidak). Mungkin Tuhan pengen gue tutup tahun dengan sebuah kekecewaan yang harus ditinggal untuk melangkah maju.
First thing first, gue gagal tes CPNS di Desember. Kedua, patah hati (lagi). Untuk yang kedua kayaknya selalu terjadi di bulan Desember. Entahlah. Semacam ga bersahabat mungkin. A bitter pill to swallow. Selayaknya pil pahit. Tetap harus ditelan kalau memang ingin sembuh...
Masuklah ke 2015. Tepat di hari ulang tahun, gue bikin sebuah resolusi untuk hidup tanpa kekhawatiran. Just do your best and let God do the rests. Kalimat yang tertulis di sebuah buku dari seseorang di masa SMA. Seseorang yang terlewatkan and she is now married.
Juga di saat yang sama gue set 2 target untuk umur ke 25. Pertama, punya kerjaan dan bangun karier perlahan-lahan. Kedua, coba kejar seseorang yang dari 2014 didoakan dan diusahakan.
Well, target pertama tercapai. Di bidang kerjaan yang gue cita-citakan dari SMA. Wartawan. Bukan di desk yang gue pengen, tapi I know I'm heading to it. Meski harus jatuh bangun dan gagal di sebuah media dengan nama besar. Butuh waktu 9 bulan untuk sampai ke titik itu. Terima kasih Tuhan buat berkat satu ini.
Target kedua, well, sejauh ini gitu-gitu aja. Entah mungkin karena dia sekarang bertambah sibuk atau mungkin ada seseorang lain di hatinya. Honestly, I had never imagined to catch a feeling on her since I met her in July 2011. Namun, semakin ke sini, perasaan itu tumbuh. Siapalah gue dibanding mantan-mantannya. Siapalah gue dibanding pria yang (mungkin) lagi ngejar dia sekarang.
Tapi, semakin gue diremehin, semakin gue dalam posisi underdog, semakin gue seneng. Seperti saat gue bilang gue mau ngejar karier di bidang jurnalistik, banyak yang ngeremehin. Banyak juga yang bilang itu mimpi, well, look where I am right now. Butuh waktu 9 bulan tapi doa itu terwujud.
Untuk yang satu ini, kembali, gue berserah sepenuhnya sama Tuhan. He works in mysterious ways kata orang. I believe, I'm heading to her...
Semoga ada waktu untuk nulis lagi di sini...
- Stand up for what you believe in even if it means standing alone -